Penyebab Buku Tidak Dibaca Sampai Tuntas


Ratusan buku ada di rak, tapi yang tuntas dibaca hanya hitungan jari. Kenapa terjadi?

Banyak sebabnya. Mari kita urai satu-persatu. Lalu kita temukan solusinya.

1. Buku Pinjaman

Jangan pernah meminjam buku. Jika memang butuh dan tertarik, beli. Tidak ada lagi stoknya? Fotokopi. Sebagian besar dari buku pinjaman, tak kembali lagi pada pemiliknya. Ada yang hilang hingga dijual ke rongsokan.

Buku hasil pinjaman juga jarang yang berhasil dibaca sampai tuntas. Karena merasa tidak rugi apa-apa. Dibaca atau tidak dibaca sama saja. Tapi ketika suatu saat hendak dikembalikan dan sadar kalau buku itu belum dibaca sampai tuntas, niat mengembalikan diurungkan dulu. Diperpanjang. Hingga bertahun-tahun. 

Belilah sendiri buku yang diinginkan. Itu lebih terhormat. Setidaknya tidak ada tanggungan untuk mengembalikan. Apakah itu sekaligus jaminan bahwa buku yang dibeli sendiri akan tuntas dibaca? Belum tentu. Ada penyebab lainnya.

2. Lemahnya Komitmen dan Tanggung Jawab

Bukan hanya buku, kita sering membeli suatu barang lalu tidak digunakan. Atau digunakan, tetapi hanya sekali, sehingga manfaatnya kurang maksimal. Sering juga beli makanan, tetapi tidak dimakan atau tidak dihabiskan. 

Belajarlah bertanggung jawab terhadap yang sudah kita beli. Meski menggunakan uang sendiri, buku yang sudah dibeli harus dibaca sampai tuntas.

Karena itu, ketika membeli harus selektif. Kalau kira-kira tidak mau dibaca, tidak usah beli. Kecuali diniatkan sebagai hadiah atau dijual kembali.

3. Ketertarikan Pada Buku Luntur

Ketika saya sudah menyeleksi beberapa buku dan memutuskan mereka masuk ke dalam rak koleksi pribadi, saya akan membacanya sampai tuntas. Tak peduli ia jelek atau tidak sesuai ekspektasi. Inilah bentuk komitmen saya. Selesaikan apa yang sudah dimulai.

Namun sebelumnya, saya sudah menyeleksi dengan ketat, apakah buku yang akan saya baca sampai tuntas itu layak masuk rak koleksi atau tidak.

Jika di tengah jalan, merasa tidak tertarik dengan buku yang sudah kita pilih itu, ingatlah, andai buku itu adalah kekasih. Kita telah memilihnya, maka tunaikanlah haknya untuk kita kasihi, dengan cara membacanya sampai tuntas. 

4. Tak Ada Waktu

Ini alasan yang klise. Saya tidak akan membahasnya. Karena sesungguhnya saya tidak percaya. Sesibuk apapun kita, pasti bisa meluangkan waktu untuk membaca. Yang benar adalah, karena malas dan tidak menyadari pentingnya membaca. Itulah akar masalahnya. Ditambah lagi pengelolaan waktu yang buruk dan kebiasaan nonton yang dominan.

5. Terburu-buru dan Terbiasa Instan

Internet membuat perubahan dalam cara membaca banyak orang. Mereka menjadi tergesa-gesa ketika membaca tulisan. Sehingga kebanyakan tidak meninggalkan kesan. Fungsi bacaan menjadi hanya sekadar informatif, dan menghilangkan sifatnya yang lain sebagai pemicu untuk berpikir mendalam.

Orang-orang menjauhi buku. Bahkan kalau pun membaca, hanya sepintas lalu. Tidak tuntas. Karena tidak sabar, ingin segera selesai. Hal ini membuatnya tidak utuh dalam memahami pesan-pesan yang tersirat maupun tersurat dalam buku. Ia pun gagal berdiskusi dan berdialog dengan buku. Ia gagal berimajinasi. Gagal dalam mendapatkan manfaat yang maksimal dari buku.

Biasakanlah membaca sampai tuntas, karena siapa tahu, keberkahan itu ada pada kalimat yang terakhir. (@rafif_amir)

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Penyebab Buku Tidak Dibaca Sampai Tuntas"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel