Dunia Penyair


"Tidak ada puisi yang benar dan salah," kata Prof Jakob Sumardjo. "Yang ada hanya puisi bagus dan puisi jelek." Sehingga tak ada penyair yang melakukan "malpraktik" dalam kepenyairannya. Ia tak dapat dihakimi, tapi karyanya, mungkin saja dihujat dan dicela.

Jika filsuf menemukan pertanyaan, ilmuwan menjawab pertanyaan, maka tugas penyair adalah menggambarkannya. Puisi bukanlah ilmu pasti. Ia menyebar ke mana-mana mencari makna. Pembacalah yang akan memungut makna itu berdasarkan daya pikir dan situasi batinnya.

Namun demikian, bukan berarti penyair bebas menorehkan kata-kata begitu saja. Ia memiliki tanggung jawab moral atas setiap kata yang keluar dari sarangnya. Dan penyair dituntut memegang teguh integritas. Melaksanakan kata-kata.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

2 Responses to "Dunia Penyair"

  1. Setuju penyair tdk bs malpraktik. Penyair bs buat pembaca bahagia, sedih hingga meneteskan air mata, dan marah tatkala tersinggung, lupa serta terlena krn terbuai kata janji manis

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel