Cupiderman 4G, Jangan Berpikir Bunuh Diri Sebelum Baca Buku Ini!


Judul : Cupiderman 4G (Ketek Uap)
Penulis : S. Gegge Mappangewa
ISBN: 978-628-91773-0-0
Penerbit: Sabda Mallomo
Cetakan 1, Januari 2020
Tebal: 184 halaman

“Jika saya tidak memiliki selera humor,” kata Mahatma Gandhi, “saya sudah lama bunuh diri.”

Humor seakan menjadi penyelamat di tengah himpitan beban dan stress berkepanjangan yang melanda umat manusia. Apalagi di tengah pandemi covid-19 seperti sekarang ini. Menikmati humor lewat buku fiksi bisa menjadi alternatif yang menyenangkan.

Cupiderman 4G, sebuah novel komedi yang ditulis oleh pengarang “serius” ini berhasil mengocok perut saya selama dua jam. Durasi yang cukup untuk mengurai ketegangan selama berhari-hari. Membaca judulnya saja sudah membuat saya tersenyum sendiri. Ditambah ilustrasi sampul dengan tokoh mirip spiderman sedang mengenakan headset dan berpose ala penggemar drama Korea.

Ucup, nama tokoh utama dalam novel karya S. Gegge Mappangewa ini. Nama aslinya “Yusuf”. Tapi adiknya, Cenrani, memanggil dengan sebutan “Ucup”. Alhasil, semua orang ikut-ikutan memanggil “Ucup”. Mirip Ucup dalam serial Bajaj Bajuri.

Rentang usia Yusuf dan Cenrani memang kelewat jauh. 11 tahun. Yusuf SMA, Cenrani belum sekolah TK. Tapi “semarak” keakraban dan pertengkaran keduanya banyak mewarnai novel ini. “Dulu Yusuf pikir, punya adik pasti asyik. Sebelas tahun jadi anak tunggal, membuatnya seperti terasing kalau sedang berada dalam rumah. Perhatian mama dan papa bukannya nggak cukup, tapi dia selalu merasa seorang adik pasti bisa membuat hidupnya sempurna. Ternyata kesempurnaan nggak dinilai dari keberadaan materi yang diinginkan, tapi gimana keadaan hati saat menerima pemberian yang telah ada.” (Hal. 23)

Makjleb! Sebuah narasi mencerahkan yang dituangkan Daeng Gegge dalam buku ini.

Yusuf merasa dirinya selalu tertimpa sial. Dan itu karena dirinya menyandang nama yang tidak dia inginkan: Ucup. Seperti saat dia asyik makan di warung Daeng Kirrang. Tanpa ba-bi-bu, ia makan pisang di atas meja. Belakangan ia baru tahu, kalau pisang itu milik anak Daeng Kirrang, preman kompleks yang terkenal sangar. Demi nggak ketahuan, Ucup berusaha ngeles.
“Terus tadi, ngakunya satu-satu; satu nasi dan satu pisang?”
“Emang satu-satu, Pak! Tapi satu nasi campur, satu dus tusuk gigi!” (Hal. 38)

Jujur, saya ngakak baca ini. Apalagi, setelahnya Ucup buru-buru pergi dari warung dan mengalami diare. Tak hanya itu, Ucup pingsan di toilet. Ternyata, pisang yang dimakan sudah tercampur racun tikus. Buat menjebak tikus di rumah Daeng Kirrang!

Satu tokoh lagi selain Ucup yang akan mengaduk-aduk perut pembaca, adalah Ukul. Bukan Tukul. Ukul cakep dan berkulit putih. Tapi sayang, bau badannya bisa bikin heboh sejagad. Tak ada yang berteman dekat dengan Ukul. Kecuali, Ucup. Itu pun karena Ucup kasihan, dan membawa misi “menyelamatkan” dunia dari bau badan Ukul.

Misi besar Ucup untuk menyelamatkan dunia tidak berhenti di situ. Ia mengubah dirinya menjadi Cupiderman. Ucup melamar menjadi penyiar radio dengan kostum Spiderman. Wajahnya ditutupi. Hingga yang tampak hanya mata dan mulut. Ia diterima dan diminta menggawangi program Cupiderman 4G.

Program Cupiderman 4G menjadi program favorit dan dinanti-nanti. Tapi tak ada satu pun yang tahu, kalau penyiar beken itu sebenarnya Ucup. Tak satu pun. Termasuk Ukul, sahabat dekatnya. Termasuk teman-teman di sekolahnya.

Bagaimana kelanjutan kisah Ucup dan Ukul?

Ada kisah sedih yang mengiringi perjalanan persahabatan mereka. Meski Ukul akhirnya sadar akan bau badannya yang oleh Ucup disebut mengalami tiga kali fase perubahan (pagi seperti mangga kecut baru dikupas, siang seperti cuka botol yang tumpah, sore seperti cuka bercampur bangkai tikus yang berhari-hari nggak dibuang), tapi kesadaran itu bukan karena teguran Ucup. Semua berkat kecerdasan Cenrani. Loh, kok bisa?

Bukannya senang, Ucup malah murka akan ulah Cenrani. Mereka bertengkar. Cenrani nangis sampai demam dan masuk rumah sakit.

Berbagai kisah yang mengharukan mewarnai perjalanan akhir dari kisah Ucup dan Ukul. Serta akhir dari petualangan Ucup dan Cupiderman 4G. Ia harus melepas kepopulerannya, meski di satu sisi ia ingin Cupiderman 4G tetap mengudara. Apa yang akan ia lakukan?

Pengorbanan. Tapi sebagai ganti, Yusuf alias Ucup alias Cupiderman, menemukan “permata” yang selama ini hilang. Dua orang paling berharga dalam hidupnya. Siapa mereka? Jalan hidup Ucup berubah. Tapi ia bahagia. Ia kembali menjadi Yusuf. Bukan Ucup.

Gegge S Mappangewa berhasil meramu novel komedi ini tidak hanya sebagai humor yang menghibur, tetapi juga sarat renungan. Ada banyak pelajaran yang diselipkan. Tentang hidup, rasa syukur, hingga keimanan kepada Tuhan. Seperti pada narasi berikut ini: “Dulu dia juga pernah bercita-cita jadi Doraemon yang punya kantong ajaib, agar keinginannya selalu tercapai. Tapi Yusuf, mama dan papanya selalu bilang kalo kantong ajaib itu pemberian Tuhan. Doraemon juga dapat dari Tuhan, jadi mintanya harus sama Tuhan, bukan sama kantong ajaib.” (Hal. 19)

Buku ini sangat cocok bagi siapa pun, terutama mungkin yang berpikir ingin bunuh diri. Bagi siapa pun yang menganggap hidupnya dipenuhi beban dan kesialan. Kesialan Ucup lebih banyak dan bertubi-tubi. Tapi sial berkali-kali yang dialaminya justru membuat Ucup berpikir kreatif. Akalnya bekerja. Lahirlah ide Cupiderman 4G yang membuatnya dikenal dan memperoleh gaji yang besar. Ucup seakan ingin mengatakan kepada pembaca, “Tak ada kesialan sepanjang hayat. Berpikirlah kreatif dan jadikan sesuatu yang kau anggap sial sebagai pintu keberuntungan.” Jangan berpikir bunuh diri, kalau kamu belum membaca buku ini dan berpikir kreatif seperti Ucup.

Tuhan, kadang memberimu hadiah di akhir. Agar kebahagiaanmu sempurna.

Sidoarjo, 23 Maret 2020

***

Gaes, bagi yang penasaran pingin baca novel Cupiderman 4G ini, ada giveaway lho. 

1. Giveaway terbuka untuk siapa pun warga Indonesia
2. Follow IG @rafif_amir dan @gegge_mappangewa
3. Tulis komentar berisi alasanmu mengapa ingin memiliki buku ini
4. Jawaban yang diangap sah hanya yang ditulis di kolom komentar blog www.rafifamir.net. Ditunggu sampai 29 Maret 2020
5. Satu orang peserta yang beruntung akan mendapatkan 1 buah novel Cupiderman 4G
6. Pengumuman tanggal 30 Maret 2020 di IG @rafif_amir

Selamat mencoba ya gaes!


Berlangganan update artikel terbaru via email:

4 Responses to "Cupiderman 4G, Jangan Berpikir Bunuh Diri Sebelum Baca Buku Ini!"

  1. Mengapa ingin punya buku Cupiderman 4G?

    Pertama kali lihat kovernya di IG Bu Naqiyyah FLP Lampung (kalau nggak salah), langsung tertarik! Akhirnya kepo deh siapa penulisnya. Terus cari tahu Si Cupiderman ini tentang apa sih? Dapat bocoran dari blurb, dan... Jeng-jeng... Makin-makin penasaran :'(
    Dari segi kover, judul, & nama penulis sama-sama bikin penasaran! Asli penasaran banget pengin menyelami kisah Si Cupiderman! (Duh, sampai pakai tanda seru saking semangatnya!) Pengin bisa peluk buku Cupiderman, diajak hunting foto, dll. Saking penginnya, sampai nggak bisa diwakili dengan kata-kata yang menggambarkan seluruh keinginan. Hai, buku Cupiderman, semoga kita berjodoh. Kalaupun nggak, kamu harus jodoh sama saya. Hahaha, maksa. Salam kenal, Inka dari FLP Sidoarjo ^_^
    Btw, saya sudah follow IG-nya Pak Rafif dan Pak Gegge ^_^

    BalasHapus
  2. Saya sudah follow kedua akun IG-nya ya.

    Alasan saya ingin punya buku ini adalah karena saya penasaran dengan tulisan Mas Gegge Mappangewa dengan genre humor seperti Cupiderman ini. Karena sebelumnya setahu saya karya2 Mas Gegge genrenya lebih banyak yang 'serius'. Mau tahu gimana bentuk tulisan seorang penulis produktif dalam bentuk tulisan humor.

    Terima kasih atas kesempatannya.

    BalasHapus
  3. Setelah baca review bukunya, yang bikin saya tertarik baca buku ini karena komedinya gak ditulis sekedar untuk mengocok perut, tapi ada pesan2 yang ingin disampaikan lewat dialog atau paragrafnya. Menarik karena kebanyakan buku berbau komedi lain yang pernah saya baca sekedar menyajikan kelucuan yang kadang tanpa makna.

    Dari semua jenis tulisan yang ada, saya paling suka baca komedi. Meskipun saya belum bisa bikin tulisan berbau komedi karena tulisan2 saya cenderung non-fiksi yg notabene serius. Jadi, saya pengen punya bukunya supaya bisa baca dan belajar nulis dari situ.

    BalasHapus
  4. Oiii. Saya lagi butuh buku humor..
    Serius dah baca corona dimana2 bikin tegang.selera humor langsung ilang.plis send this book to me..

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel